Inilah Gejala Umum Persistent Vegetative State

Hasil gambar untuk Persistent Vegetative State

Nbcnews.com

Keadaan vegetative adalah kondisi dimana otak besar tidak lagi berfungsi namun hipotamulus dan batang otak terus dan masih berfungsi. Otak besar adalah bagian otak yang mengendalikan pikiran dan perilaku sedangkan batang otak adalah bagian otak yang mengendalikan fungsi vital seperti siklus tidur, suhu tubuh, pernafasan, tekanan darah, detak jantung dan kesadaran. Sehingga, pasien akan membuka mata dan terlihat seperti orang yang sadar tetapi tidak bisa merespon rangsangan yang diberikan kepadanya. 

Secara umum keadaan vegetative disebabkan oleh kerusakan otak yang parah yang dikarenakan cedera kepala dan kelainan yang membuat otak kekurangan oksigen sehingga terlihat seperti serangan jantung atau pernafasan. Pasien akan membuka mata tetapi tidak bisa berbicara dan melakukan hal – hal yang membutuhkan niat sadar atau pemikiran dan tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri. 

Pasien yang berada dalam kondisi vegetative tidak bisa melakukan hal – hal yang membutuhkan pemikiran atau niat sadar. Gejala umum persistent vegetative state yaitu tidak bisa berbicara, mengikuti perintah, bergerak untuk menghindari stimulus yang menyakitkan dan menggerakkan anggota tubuh dengan sengaja. Pasien akan kehilangan semua kapasitas untuk pemikiran, kesadaran dan perilaku sadar. Tetapi bagi sebagian orang, fungsional magnetic resonance imaging (fMRI) dan electroencephalography (EEG) telah mendeteksi bukti beberapa aktivitas otak yang menunjukkan adanya kemungkinan kesadaran. 

Penyebab dari kondisi ini yaitu cedera kepala dan bukan karena kelainan yang mengakibatkan otak kekurangan oksigen. Saat pasien diminta untuk membayangkan dan memindahkan bagian dari tubuh, pemeriksaan dan tes tersebut menunjukkan aktivitas otak yang tepat untuk tindakan semacam itu. Tetapi tes ini tidak bisa menentukan seberapa besar kesadaran pasien. Kesadaran hanya bisa dideteksi oleh tes atau pemeriksaan yang disebut kesadaran terselubung. Gejala umum persistent vegetative state lainnya yaitu pasien tidak memiliki kendali untuk melakukan buang air kecil dan buang air besar (inkontinensia). 

Diagnosis dilakukan oleh dokter setelah mengamati dan memeriksa seseorang dalam jangka waktu tertentu hingga menemukan bahwa dirinya tidak bisa kembali sadar. Perawatan yang komprehensif sangat diperlukan ditambah dengan pemberian nutrisi yang baik dan upaya pencegahan. Keadaan vegetatif sudah dianggap sebagai gangguan (kronis) untuk jangka panjang. Apabila seseorang tampak dalam keadaan vegetatif pada awalnya namun memulihkan beberapa fungsi mental (kognitif) dalam beberapa minggu, orang tersebut  tidak pernah berada dalam kondisi vegetatif.

Kondisi persistent vegetative state yaitu keadaan vegetatif yang berlangsung lebih dari 12 bulan. Orang tersebut tidak bisa memulikan fungsi mental atau kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dengan cara yang berbeda. Diagnosis bisa diubah menjadi keadaan sadar minimal apabila kondisi vegetatif persisten cukup membaik.  Jika seseorang sadar minimal, kesadaran akan sangat parah namun tidak sepenuhnya terganggu. Apabila semakin membaik dan pulih, kerusakan otak karena cedera kepala adalah penyebabnya. 

Pasien dengan keadaan vegetatif bisa melakukan beberapa hal karena beberapa bagian otak berfungsi, seperti :

  • Bisa membuka mata
  • Memiliki pola tidur dan bangun yang teratur
  • Bisa bernafas, mengisap, mengunyah, batuk, muntah, menelan 
  • Bisa tersenyum dan cemberut

Dengan melihat konddisi ini, pasien akan terlihat seperti orang yang sadar. Padahal mereka tidak mempunyai kesadaran bahkan untuk diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Respon yang diberikan pada lingkungan di sekitarnya berasal dari refleks – refleks dasar yang dilakukan secara tidak sengaja dan bukan dari tindakan sadar yang berasal dari otak. Contohnya, pasien bisa menangkap suatu benda saat menyentuh tangan mereka layaknya bayi. 

Sumber :

www.msdmanuals.com 

www.ncbi.nlm.nih.gov

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*